dulu kau pernah bilang ketika kau lihat BUlan kau teringat pada q.
kemarin kau katakana padaku, “jika ku lihat bulan, bintang disampingnya adalah aq.”
Q pun berkata “gelapnya awan menyelimuti bulan, tak satupun bintang yang dapat meneranginya. Bagaimana q bisa melihat bintang jika langit begitu gelap.
Kau bilang “itu lha bintang. Tak selalu dapat terlihat. Entah karena tertutup awan atau sinarnya kalah terang oleh mentari dan bulan. Namun satu janji bintang dia akan selalu disitu.
“terkadang sebuah janji bisa redup seiring berjalanya waktu.bagaimana q yakin bahwa sang bintang kan setia menemani sang rembulan.”
“ rembulan terlalu elok untuk menyendiri. Seiring bergulirnya waktu akan banyak bintang baru dari rasi bintang lain dan itu hak periogratif yang dimiliki oleh bulan.”
“langit akan tampak lebih indah jika haya ada satu bulan dan berjuta bintang. Tapi hanya akan ada satu bintang yang sinarnya paling terang, dan q harap itu adalah kau.”
Andai saja semua kata2 indahmu itu adalah pengandaian dirimu dan diriku kau bintang terang yang selalu menemaniku sampai kapanpun dan aku adalah rembulanmu yang begitu kau jaga.
Tapi sayangnya semua itu haya kata2 yang tak bermakna bagimu, tak ubahnya sebuah bintang yang selalu berubah2 tempat ditiap malam, begitu pulah kau dengan seribu sikapmu yang selalu berubah hingga membuatku semakin bertanya apa mau mu dan apa maksudmu?
Seolah kau permainkan aq, mendatangiku ketika kau kesepian dan meninggalkanku begitu saja ketika kau sudah bahagia. Apa salahku hingga kau permainkanku sedemikian….salahkah aku jika ku pernah mencintaimu?
Andai dahulu kau tak memasuki hidupku dan tak mendekatiku mungkin rasa sakit yang q kurasakan saat ini tak kan pernah kurasakan.
Jauhi aku, tinggalkan aq, dan hilanglah dari hidupku jika kau tak memeliki rasa cinta sedikitpun padaku. Q tak ingin terluka, tersakiti, dan menangis lagi karenamu.
Biarlha semua menjadi kenangan, dan biarkan aq tuk melupakanmu agar semua rasa sakit hati ini tak lebih dalam lagi.
Seperti katamu ini hanya lha sebuah ungkapan hati, tak butuh jawaban hanya akan lebih bahagia jika kau membalasnya.
Senin, 17 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar